Author Archive

Samuel Herianto Ginting Munthe

Aku hanya ingin mengetahui dua hal dalam hidupku: mengenal Allah dan mengenal diri (St. Augustine of Hippo). Samuel Herianto (e-mail: samuelhgm@g.ncu.edu.tw), student of Department of Biomedical Sciences, National Central University. Researcher assistant in High Throughput Biosensing Laboratory.
Museum ini adalah salah satu museum termegah yang dimiliki Taiwan. Kemegahan gedung ini mulai terlihat dari kejauhan 1 KM dari gedung ini. Di main entrance, Anda akan disambut oleh patung megah bernama Theseus Fighting the Centaur Bianor. Patung ini menceritakan bagaimana Theseus, penguasa Athena, membantu raja Lapis dengan membantai Centaur Bianor dengan kejam.
Sakura adalah tumbuhan yang memiliki makna budaya yang penting di Asia Timur. Keindahan bunga sakura adalah simbol ampuh yang disamakan dengan kelenyapan kehidupan manusia (evanescence) dan melambangkan transformasi budaya Jepang selama berabad-abad (1). Di Jepang abad pertengahan, bunga sakura digunakan untuk melambangkan esensi Samurai. Bunga ini dinilai sangat indah, kompleks namun sayang berumur pendek. Tidak seperti bunga lainnya, yang menghitam, layu dan mati, bunga sakura memekarkan kelopak bunga setinggi keindahannya. Oleh sebab itu, bagi samurai, kualitas ini mewakili kematian yang mulia dalam pertempuran, sebelum mencapai usia tua. Inilah makna filosofis bunga sakura bagi orang Asia Timur. Menarik ya.
National Central University (NCU) adalah kampus hijau, rindang dan segar yang dikelilingi oleh pohon pinus, sehingga kampus ini sering disebut sebagai kampus pinus. Kita tidak bisa pungkiri bahwa ratusan pohon pinus ini telah menyempurnakan keindahan NCU. Nah, hari ini kita akan belajar mengenal pinus yang terdapat di NCU. Teman-teman, pinus yang terdapat di NCU ada 2 jenis, yakni: taiwan red pine dan hoop pine.
main gate ncu
Teman-teman, tahukah kita bahwa salah satu kekuatan utama negara-negara maju adalah research and development (R&D) atau yang lebih familiar disebut penelitian dan pengembangan? UNESCO pada 2016 menyebutkan bahwa kuantitas periset di Indonesia adalah yang paling sedikit di antara negara-negara anggota G-20. Dikutip dari kopertis12.or.id, dalam setahun Indonesia hanya mampu menghasilkan 6.260 riset. Sementara Malaysia mampu membuat 25.000 riset, Singapura 18.000 riset, dan Thailand 12.000ai??i??13.000 riset. Itulah ironi yang pertama. Kita sudah pasti tahu banyak penyebab yang melatar-belakanginya seperti: sarana yang tidak memadai, dana yang minim dan kompetensi peneliti yang rendah. Ironi yang kedua adalah banyak di antara kita hanya menyalahkan pemerintah dan kebijakannya yang tidak pro terhadap R&D. Namun banyakkah kita sadar bahwa salah satu penyebab utamanya adalah kita? Kita di sini dalam artian kompetensi kita yang rendah dalam melakukan penelitian. Nah, sebagai calon peneliti muda Indonesia, hari ini kita akan membahas hal apa saja yang kita dapatkan selama kuliah di National Central University (NCU) dalam membekali kita menjadi seorang peneliti profesional.
National Central University
    1. (NCU) adalah salah satu universitas ternama di Taiwan yang terletak di Zhongli City, Taoyuan District (1 jam dari Taipei). Saat ini NCU memiliki kurang lebih 12,000 mahasiswa, baik lokal maupun internasional. Menariknya, NCU merupakan kampus nomor 2 dengan jumlah mahasiswa Indonesia terbanyak di Taiwan. Di sini kita akan menemukan 200-an mahasiswa Indonesia yang tersebar hampir di semua jurusan dan fakultas. Tidak hanya Indonesia saja, kita juga bisa bergaul dengan mahasiswa internasional lainnya seperti Vietnam, Pilipina, Thailand, India, China, Haiti, Mongolia, dan sebagainya. Namun, hal apa yang menjadi keuntungan terbesar saat menjadi mahasiswa NCU? Menurut saya ada alasan yang lebih penting, yakni: